Kampar - Suaradaerahnews.com
Puluhan guru lalukan aksi demo di depan kantor BKPSDM Kampar, terkait adanya dugaan pembatalan untuk mengikuti seleksi selanjutnya yaitu tahap 2, padahal semua mereka sudah melaksanakan resume.
Salah seorang perwakilan guru menyampaikan kami sebagai guru merasa sedih dan kecewa dengan adanya dugaan pembatalan untuk mengikuti tes seleksi P3K tahap 2.
"Bahwa kami telah mengabdi sebagai seorang guru sudah belasan tahun bahkan ada yang sampai puluhan tahun sejak tahun 2005 silam," ungkapnya Kepada awak media, Jumat (14/2/2025).
Mereka meminta kepada Pj Bupati Kampar melalui Kepala BKPSDM agar bisa ikut serta mengikuti seleksi P3K Tahap 2 pada tanggal 18 Febuari 2025 nanti.
"Kami meminta supaya tidak dibatalkan atau diperboleh untuk bisa ikut tes CAT. Agar bisa menjadi Guru PPPK," ujarnya.
Ia berharap agar Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat supaya mencari solusi akan keberlangsungan nasib mereka.
Untuk diketahui puluhan tenaga pendidik ini, ada yang mengabdi di TK, SD hingga SMP. Bahkan usia mereka sudah hampir memasuki masa pensiun. Namun status masih Tenaga Harian Lepas (THL)
Sementara itu, Toni Hidayat Ketua Komisi II DPRD Kampar saat di konfirmasi via telpon WhatsApp mengatakan memang dari regulasinya untuk semua tenaga honorer itu minimal 2 tahun, untuk bisa diangkat atau di proses mengikuti seleksi P3k.
Namun belakangan untuk guru ada pengecualian, guru Honorer, sekarang muncul lagi regulasi baru. Tentunya nanti kami panggil lalu meminta keterangan pihak BKPSDM.
Seperti apa Regulasinya, tentu BKPSDM kabupaten Kampar tidak mungkin menolak tanpa ada aturan.
"Berikanlah kami kesempatan dulu untuk mencari konfirmasi kepada pihak BKPSDM,"pungkas Toni Hidayat.
Sampai berita ini dinaikan pihak dari BKPSDM Kampar belum dapat di kompirmasi.(Rls/Nardi)